Postingan

Selamatkan Sebutir Nasi, Wujudkan Ketahanan Pangan Kita

Gambar
”Pertanian (agriculture) bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi untuk menghasilkan pendapatan bagi petani saja. Lebih dari itu, pertanian/agrikultur adalah sebuah cara hidup (way of life atau livehood) bagi sebagian besar saudaraku”. Berikut catatanku. Bagaimana mewujudkan Ketahanan Pangan di Kota kita ini. Sebuah langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, lingkungan dan daerah kita... Sederhana, ketahanan pangan saya maknai sebagai kondisi di mana saudaraku di kota ini sepanjang waktu memiliki akses, baik secara fisik maupun ekonomis, terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi. Makanya bagi saya konsep ketahanan pangan berada pada tingkat rumah tangga. Oleh karena ia berada pada lapisan paling bawah, kita semua pun bisa mengambil peran. Sebagai konsumen atau sebagai produsen. Tergantung dimana peran yang kita ambil dan lakoni. Sebagai mereka yang awam disebut petani sebagai “beliau”, membangun ketahanan pangan bisa mereka mulai dengan menetapkan instru...

“Pembangunan Pertanian, Dijepit Kebutuhan, Diuji Tantangan”

Gambar
MENDORONG KETERSEDIAAN PANGAN YG CUKUP DI TENGAH MASIFNYA ALIH FUNGSI LAHAN Oleh : Mas Jaya, SP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo Kegiatan alih fungsi lahan pertanian saat ini merupakan sesuatu yang dilematis. Namun bisa kami maknai dengan dua sisi. Alih fungsi lahan sebagai sebuah kebutuhan, dan alih fungsi lahan sebagai sebuah tantangan atau bahkan persoalan. Menjadi sebuah kebutuhan ketika alih fungsi lahan pertanian itu dilakukan karena alasan yang manusiawi. Misalnya karena desakan faktor ekonomi, atau kebutuhan akan lahan hunian. Faktanya, pertambahan penduduk yang dari waktu ke waktu terus meningkat ditambah dengan angka harapan hidup yang terus membaik, memicu kebutuhan akan lahan pemukiman terus pula membengkak. Namun disisi lain kami maknai sebagai sebuah tantangan. Pasalnya jika alih fungsi lahan pertanian terus terjadi, dampaknya lambat laun pasti akan menggerus produksi pertanian terutama komoditas bahan pangan kita. Dan bukan k...

Dispertanak Boyong Puluhan Peternak ke Pokphand

Gambar
Palopo-Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo memboyong sedikitnya 25 orang peternak ayam buras di Kota Palopo, ke PT Charoen Pokphand Makasar. Kegiatan dalam rangka studi banding ini ini untuk meningkatkan motivasi dan skil pengetahuan para peternakan ayam buras di Kota Palopo. Lokasi lain kunjungan kegiatan yang mendapat apresiasi oleh Walikota Palopo H.M.Judas Amir ini adalah di Sidrap. Tepatnya di lokasi milik kelompok Tani Ayam Buras "Nusantara". "Kita bawa mereka, sehingga peternak bisa langsung melihat. Tidak sekedar mendengar atau membaca dari media informasi. Dengan begitu sekembalinya nanti, mereka juga bisa mengakselarasi pengembangan ternak ayam buras di Kota Palopo"kata Kadis Pertanian dan Peternakan Kota Palopo Mas Jaya, SP, M,Si. Pengembangan ayam buras sendiri di Kota Palopo, kata mantan Camat Wara Timur ini, memang menjadi salah satu perhatian pihaknya. Selain karena potensi pengembangan yang cukup baik, permintaan baik daging maupun telur aya...

Kadis Jaya : Ayo Makan Buah...!!!

Gambar
Palopo- Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo, Mas Jaya, SP, M.Si mengajak agar seluruh masyarakat Kota Palopo rajin dan rutin mengkonsumsi buah-buahan. "Buah itu menyehatkan, ayo sering-sering makan buah-buahan" katanya saat membuka display Hortikultura sekaligus Lomba Makan Buah dan Sayur tingkat Sekolah Dasar se-Kota Palopo, Sabtu (23/11). Mas Jay, sapaan akrab kadis pertanian ini menyebut mengkonsumsi buah-buahan secara rutin dalam jumlah tidak berlebihan dianjurkan para ahli kesehatan sejak dulu. Oleh karena itu mengkonsumsi buah-buahan sejak usia dini, sangatlah baik. “Adek-adek harus rajin makan buah, tidak perlu buah yang mahal, asal segar semuanya bisa menyehatkan” katanya mantan Camat Wara Timur ini dihadapan para siswa SD.Dinas Pertanian dan Peternakan sendiri kata dia, akan terus berupaya mengembangkan sejumlah komoditi buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dan ini akan menjadi catatannya ke depan dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya. “Kami...

Menggaransikan Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan dan Penganggaran

Gambar
Perencanaan dan penganggaran. Dua kata yang dalam birokrasi pemerintah, dulunya begitu keramat. Sampai-sampai hanya bisa diakses segelintir orang dalam birokrat. Di luar itu, jika ingin harus lewat “pintu belakang”. Namun seiring reformasi, “system keramat” itu pun luntur. Dan kini masyarakat pun kian cerdas. Tuntutan transparansi dan partisipasi dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan pun semakin menguat. Memang sejatinya, sebuah pembangunan yang baik dan bener diawali dengan system perencanaan yang SMART, partisipatif dan transparan. Kemudian proses penganggarannya pun akuntabel dan terbuka. Kemudian system perencanaan dan penganggarannya mengikat satu sama lain antara semua stakeholder yang terlibat. Bahkan pula mengatur pusnishment and reward. Dan semua mekanisme tersebut jelas tersurat dalam sebuah perda. Ideal…!!! Jikalau semangat itu yang dikedepankan, keberadaan perda tentang perencanaan dan penganggaran tentu akan menjadi sebuah kebutuhan. Tak lagi sekedar sebuah ke...

Awas Rabies Masih Mengancam!

Gambar
Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat. Penyebabnya virus rabies. Ini ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies. Terutama anjing, kucing dan kera. Bahkan sesuai informasi terakhir, rabies diduga bisa pula menyebar lewat tikus. Fenomena terakhir ini terindikasi lewat sebuah kasus yang terjadi di Bali. Dalam Jawapos 15 Januari 2010, diberitakan bahwa seorang warga Tabanan meninggal dengan status suspect rabies. Sekretaris Rabies Center (RC) RSUD Tabanan dr Gede Sudiartha membenarkan bahwa warga Tabanan bernama Koming meninggal dengan status suspect rabies. Menurutnya korban menunjukan gejala yang mirip dengan pasien yang terjangkit penyakit rabies. Misalnya takut air atau kena angin. Padahal dari pengakuan keluarganya, korban tak pernah digigit anjing sebelumnya. Sebelum meninggal, korban mengakui sempat digigit tikus, dua bulan sebelum ia dirawat. Menyusul beberapa kasus rabies lainnya, Bali akhirnya keluar dari salah satu provin...

Anggaran PHM, Antara Investasi Ataukah Emergency?

Gambar
Jika pada tulisan sebelumnya saya lebih mengupas titik lemah mengakses anggaran bagi kegiatan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular (PHM) dari sudut Sumber Daya Manusia Perencana Anggaran, tulisan kali ini akan lebih banyak mengupas tentang mind set berpikir yang menentukan proporsi anggaran PHM dan Keswan. Dengan mengetahui mind set itu, saya berharap para perencana anggaran keswan juga mampu memberikan advokasi yang tepat bagi mereka. Ditambah perencanaan anggaran yang S.M.A.R.T. Sehingga proporsi anggaran keswan di tingkat SKPD nominalnya boleh dikata “sepantasnya dan selayaknya”. Berikut catatan saya... Persoalannya mengakses anggaran keswan memang tak “semudah” layaknya mengakses anggaran untuk “perjalanan dinas” atau “pemeliharaan mobil dinas”. Yang sudah rutin dilaksanakan dengan proporsi anggaran yang selalu “up to date” sesuai perkembangan harga spare part kendaraan atau semacamnya. Karena persoalan pada SDM perencana barulah “sepotong jalan panjang” agar PHM & Keswan me...